Selama 21 tahun hidup, ternyata secara berurutan g telah banyak sekali berpindah
5x Kota kediaman
Bandung - Jakarta - Bandung - Singapore - Bandung - Jakarta
9 Rumah
Bojong asih - Tegalega - Gading Serpong - Rajawali - Sumber Sari - Clementi - Commonwealth - Muara - Kemayoran
5 Sekolah
TKK Penabur - SDK 1 Penabur - SDK Penabur Serpong - SMPK 5 Penabur - SMA Trinitas - MDIS
2 Pekerjaan
Eduworld EC - Rakuten MNC
Cara hidup yang nomaden ini memaksa g untuk masuk ke lingkungan baru lagi & lagi lalu harus adapt sama new people & new life style. Ga cuma itu, g pun mau ga mau harus membiasakan diri bersabar karena sering terjadi perpisahan dan di tempat baru pada awalnya g pasti feel lost & alone.
Honestly g ga terlalu suka & cape juga sama perubahan yang cepet-cepet gitu & g jd ga punya banyak temen yang lasting deketnya (0,0) hoshh...
Kenapa g harus berpisah sama temen-temen SD, sedangkan mrk bs stay together hingga lulus SMA? Kenapa g harus back for good padahal g maunya bareng FA Blessed & TLG? Kenapa terjadi, Kenapa harus g *Dan kenapa - kenapa yang lain*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kalau g berpikir tentang hal-hal yang menyebalkan, yang gak seru, yang kayanya ga better than dambaan, jadi teringat kata-kata si Lee Burns di Single Seminar yg diadakan JPCC tgl 15 Oktober 2011 yang lalu.
"Be Responsible to yourself"
"There's no such thing as failure. Only feedback"
Jadilah seorang single yang utuh maka kelak bisa menjadi seorang suami / istri yang expert. Begitu katanya ;)
Pastor Lee Burns yang adalah Principal of Hillsong College Sydney, share tentang 3 hal yang selalu dia tanyakan setiap pagi pada dirinya sendiri:
1. Who do I need to be
2. To do what I need to do
3. To have what I need to have
He said, "All questions involve nobody else but yourself. It takes full responsibility to answer all the questions."
Jadi berbalik lagi pada diri g sendiri, saat lo beralasan menunggu si ini atau si itu makanya kerjaan lo ga kelar, itu ga termasuk responsible. Saat lo memprotes kejadian-kejadian yang diluar kontrol, itu ga termasuk responsible. Saat lo sakit hati dan blaming to others/God juga ga termasuk responsible. Jaga hati, buang yang negatif-negatif, minta ampun & ampuni, decide, proaktif & ga serba 'tergantung'.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
So tentang hidup nomaden ini, g ragu g pindah lagi dalam beberapa tahun ke depan
Mungkin yang terpenting bukan siapa-siapa aja yang g temui dalam hidup ini
Tapi apa yang g kasih & tinggalkan dimanapun g sempat stay.
Jadi inget pas SD merintis sebuah persekutuan kecil *isinya anak2 SD semua lol* & kita regularly ke panti asuhan bagi-bagi roti.
Pas SMP mengalami first love yang walaupun gak jadian, kita banyak share ttg hubungan, keluarga, spirituality..g yakin dia uda terima Tuhan & ada bareng God di surga saat ini =)
Terus kejadian awkward pas SMA, kumpul-kumpul sama beberapa temen kelas yang gak begitu deket, ngobrol tentang satu dua hal sampai lama-lama nangis2an karena temen-temen yang begitu cerah ceria tiap hari ternyata adalah orang-orang yang begitu broken..counseling terjadi tb2.
Pertanyaan buat g saat ini,
G mau jadi kaya gimana di lingkungan Rakuten & JPCC ini, gimana untuk bring good impact & reach harapan g..
G yakin bukan sekedar kerja, belajar & berpengalaman, hidup nomaden ini seperti dinas dari God :P buat explore banyak jenis manusia & jadi selang cintanya Tuhan juga.
Apa pertanyaan-mu? =)
Ask yourself what to be, to do, to have & together learn to be responsible

1 cypher:
I'm blessed by your selang Ika :) huaheuauheuahu
Post a Comment